Jumat, 20 Mei 2011

Peranan Mata, Hati dan Telinga

PERANAN MATA, TELINGA & HATI

Pada esensinya Allah SWT menciptakan manusia dengan berbagai keajaiban yang menyertainya; mata dengan kemampuan melihat, telinga dengan kemampuan mendengar, dan hati dengan kemampuan mempersepsi (memahami). Di lain pihak, ada juga manusia yang tidak bermata (mata tidak berfungsi) tetapi dapat melihat, telinganya rusak tetapi tidak tuli alias peka terhadap ayat-ayat Allah.
Di hari kiamat kelak, penglihatan, pendengaran, serta pemahaman, semua itulah yang dimintai pertanggung jawaban. Adapun mata, telinga, dan hati fisikal hanya didudukkan sebagai saksi.
Allah berfirman dalam surah Fushilat ayat 20 :

حتى إذا ما جاؤوها شهد عليهم سمعهم وأبصارهم وجلودهم بما كانوا يعملون

“Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan.
Manusia yang paling buruk ialah yang tidak bisa memanfaatkan tiga unsur keajaiban manusiawi itu demi mengetahui kebenaran Allah dan ayat-ayat-Nya. Sehingga, Allah sampai mensejajarkan sebagian manusia dengan binatang ternak, bahkan lebih buruk lagi, dan tempat kembali mereka diakhirat kelak adalah neraka jahanam.
Dalam surat al- A’raf: 179 Allah SWT berfirman yg artinya:
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka) jahanam kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka seperti binatang, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.”
Dari ayat diatas dapat dipahami, ternyata hati, mata dan telinga mempunyai peranan yang sangat signifikan dalam menentukan kehidupan seseorang. Hati, mata dan telinga apabila bisa dijaga dan dimanfaatkan sesuai dengan tuntunan ajaran agama, maka tiga anggota bagian tubuh tersebut Insya Allah dapat menyelamatkan seseorang dari siksa api neraka. Begitu juga sebaliknya apabila hati, mata dan telinga tidak dimanfaatkan dengan sebaiknya untuk memahami, melihat dan mendengar ayat2 Allah, maka bisa diyakini manusia akan tersesat dari jalan yg lurus.
Demikian tulisan singkat ini penulis buat, dengan harapan dapat dijadikan sebagai pelajaran khususnya bg diri pribadi penulis sendiri agar selalu menjaga hati, mata dan telinga dari kelalaian mengingat Allah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar